![]() |
| Pengertian, Jenis, dan Alasan untuk Mulai Membangun Passive Income |
Pengertian, Jenis, dan
Alasan untuk Mulai Membangun Passive Income - Banyak sekali orang yang
menginginkan penghasilan pasif atau Passive Income. Karena orang yang mempunyai
passive income akan mendapatkan penghasilan tanpa perlu melakukan banyak hal
seperti bekerja misalnya.
Maraknya tren mencari
passive income di Indonesia membuat semua orang berlomba-lomba mencari sumber
pendapatan ini. Passive income sering dikaitkan dengan aset, misalnya, deposito
dan saham.
Baca : Pasive Income
Apa yang Dimaksud Passive income?
Menghasilkan uang tanpa
bekerja dan tidak melakukan apa-apa, adalah sesuatu yang diinginkan banyak
orang di zaman sekarang ini. Bagi orang yang baru mengenal passive income, akan
sulit mempercayai bahwa hal itu sangat mungkin terjadi.
Dalam penerapannya, konsep
yang digunakan untuk mempunyai passive income adalah investasi. Umumnya,
passive income adalah cara menghasilkan uang di luar pendapatan aktif atau
active income.
Cara kerja passive income
adalah Anda melakukan investasi awal, jadi yang benar-benar dibutuhkan adalah
uang yang cukup untuk melakukan investasi tersebut. Selain itu, jika Anda sudah
mempunyai modal yang cukup, lakukan banyak riset sebelum berinvestasi.
Sehingga nantinya Anda
akan mempunyai persiapan yang matang dalam berinvestasi. Memang dengan
mendengarnya Anda akan mengira langkah pertama yang harus dilakukan cukup
rumit.
Namun, dalam berinvestasi
setelah Anda mengalami semua hal rumit di langkah awal, akan terbayar dengan
passive income yang didapatkan. Bahkan, Anda bisa duduk manis dan menikmati
pendapatan tanpa harus melakukan berbagai aktivitas yang sifatnya substansial
lagi.
Baca : Mengenal Cara Investasi Properti dan Jenisnya
Apa Saja Jenis-Jenis Passive Income?
Masih ada kecenderungan
berpikir bahwa passive income hanyalah pendapatan yang bisa didapatkan secara
gratis dari aset yang sudah kita miliki. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena
salah satu cara untuk mendapatkan passive income memang bisa dilakukan dengan
mengelola aset hingga aset tersebut dapat memberikan penghasilan tersendiri
bagi kita para pemiliknya.
Namun, jenis passive income lebih dari itu. Jenis passive income setidaknya bisa dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan cara kita mendapatkannya. Agar lebih memahami passive income, berikut ini 3 jenis passive income yang perlu Anda ketahui.
1. Passive Income dari Paper Asset
Jenis pendapatan pasif
yang pertama adalah passive income dari paper asset. Ini adalah jenis passive
income yang paling terkenal karena dianggap bisa menghasilkan income tanpa kita
harus bekerja sama sekali.
Sesuai dengan namanya,
cara mendapatkan passive income dari paper asset adalah dengan membeli sejumlah
aset di atas kertas, seperti portofolio saham, reksa dana, hingga deposito,
dengan harapan memperoleh keuntungan dari penjualan, deviden, atau bunga dari
berbagai portofolio.
Hal ini memang sangat
memungkinkan mengingat bunga deposito, capital gain dari reksa dana, dan
dividen dari saham seringkali menghasilkan sejumlah dana yang persentasenya
tidak main-main dari total aset deposito yang Anda miliki.
Anda juga bisa mendapatkan
uang, meski sedang tidur. Hanya saja perlu Anda ingat, beberapa jenis aset
kertas juga memiliki resiko yang tinggi. Selain menjadi cara untuk menciptakan
passive income, mengumpulkan banyak aset portofolio juga memungkinkan kita
kehilangan sebagian dana yang telah terkumpul sebelumnya.
Oleh karena itu, Anda
harus sangat bijak dalam membagi dana ke dalam berbagai kelompok paper asset
agar dapat mengurangi resiko kehilangan dana yang tidak diinginkan.
Baca : Memahami Pengertian, Penyebab, Jenis, Serta Dampak Inflasi
2. Passive Income dari Penyewaan
Sebelum passive income
dari paper asset mempunyai daya tarik yang kuat seperti sekarang, kebanyakan
orang memilih mencari cara untuk mendapatkan passive income dari leasing. Jenis
passive income ini bisa diartikan sebagai pendapatan yang bisa didapat dari
tindakan menyewakan aset yang sudah kita miliki sebelumnya.
Passive income dari
persewaan memungkinkan aset yang telah Anda beli menghasilkan pendapatan.
Pendapatan dari aset yang disewakan ini nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan
hidup atau pembelian aset lainnya untuk meningkatkan passive income.
Untuk bisa mendapatkan
passive income dari persewaan, kita harus memiliki aset berupa. Umumnya,
properti menjadi primadona untuk mencari cara mendapatkan passive income dari
persewaan, khususnya di Indonesia.
Hal ini karena backlog perumahan yang masih tinggi membuat kebutuhan masyarakat terpaksa menyewa rumah untuk keperluan hunian atau bisnis. Namun, jangan batasi pemikiran Anda bahwa passive income dari rental hanya bisa datang dari properti.
Anda juga bisa mendapatkan passive income dari persewaan yang berasal dari aset lain, seperti persewaan kendaraan hingga persewaan barang-barang tertentu, seperti mainan atau pakaian.
3. Passive Income dari Bisnis
Berhentilah berpikir bahwa
passive income adalah pendapatan yang turun secara tiba-tiba tanpa Anda harus
berusaha sedikit pun. Karena sebenarnya, passive income adalah pendapatan yang
bisa didapatkan dengan sedikit usaha.
Jadi, ketika Anda
menjalankan bisnis yang membuat Anda tidak terlibat langsung dalam semua proses
produksi di dalamnya namun tetap bisa memberikan penghasilan rutin setiap
bulannya, itu juga termasuk passive income.
Mungkin Anda berpikir,
benarkah ada bisnis yang membuat kita tidak perlu terlalu ribet untuk
melakukannya sehingga bisa digolongkan sebagai passive income? Tentu pilihannya
juga cukup banyak.
Ketika Anda memutuskan
untuk membantu bisnis restoran teman Anda dengan menyuntikkan sejumlah modal, Anda
sedang melakukan cara untuk mendapatkan passive income dari bisnis tersebut.
Tak terkecuali ketika Anda
mencoba membangun minimarket atau franchise, itupun sebenarnya Anda sedang
melakukan cara mendapatkan passive income dengan menjalankan bisnis yang tidak
mengharuskan Anda menunggunya dari pagi hingga malam setiap hari.
Untuk mendapatkan passive
income dari sebuah bisnis, tentunya Anda harus mempunyai keberanian untuk
mempunyai modal yang cukup besar. Anda juga harus siap menghadapi naik turunnya
bisnis yang artinya akan berpengaruh juga terhadap naik turunnya passive income
yang didapat nantinya.
Alasan untuk Mulai Membangun Passive Income
Memiliki passive income di
luar gaji, tunjangan, dan bonus tentunya sangat menyenangkan. Terlebih lagi,
Anda bisa menabung untuk masa depan. Berikut sederet alasan Anda perlu
membangun passive income mulai dari sekarang.
Baca : Memahami Jenis, Cara, Manfaat dan Contoh Investasi Leher ke Atas
1. Dapatkan kesempatan untuk mencapai kebebasan finansial
Passive income bisa
berasal dari aset yang dimiliki. Artinya, Anda yang memiliki aset properti
kemudian bisa menyewakannya untuk mendapatkan penghasilan rutin bulanan. Itu
juga bisa mendapatkan keuntungan dari kemitraan dan jenis bisnis lainnya, atau
dari investasi yang membayar dividen.
Misalnya Anda telah
mengidentifikasi investasi yang kuat dengan pertumbuhan dividen sebesar 15%,
20%, atau bahkan 25% setiap tahun. Artinya, passive income yang dihasilkan
bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama.
Dengan kepemilikan ini, mungkin akan lebih dari cukup untuk menopang biaya hidup Anda saat ini hingga Anda memasuki masa pensiun nanti. Ini dapat memberi Anda kebebasan finansial yang Anda butuhkan.
2. Dapatkan manfaat bunga majemuk
Anda dapat mengambil
dividen atau pembayaran bunga secara tunai. Jika Anda menginvestasikan kembali
dana tersebut, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari bunga majemuk, dan tentu
saja ini akan menguntungkan.
Dividen dan bunga baru
akan didasarkan pada total baru, sehingga setiap kali Anda menginvestasikan
kembali dana ini, Anda dapat memperoleh lebih banyak bunga dan dividen. Praktik
ini memungkinkan peningkatan saldo dalam portofolio Anda.



Posting Komentar